Postingan

PENDAMPINGAN PENDIRIAN KOPERASI BINA USAHA EKONOMI KELUARGA ‘AISYIYAH (BUEKA) PADA ‘AISYIYAH CABANG DAU

PENDAMPINGAN PENDIRIAN KOPERASI BINA USAHA EKONOMI KELUARGA ‘AISYIYAH (BUEKA) PADA ‘AISYIYAH CABANG DAU Oleh: Dra. Dwi Susilowati, MM NIDN. 0021126401 Ida Nuraini, SE, M.Si NIDN.0008126801 Dra. Siti Zubaida, Ak, CA, MM NIDN. 0717076502 Drs. Sri Joko, MM NIDN. 0710036601 Pimpinan Cabang‘Aisyiyah Cabang Dau Kabupaten Malang yang berdiri sejak 1979 hingga saat ini telah memiliki 14 Ranting dengan berbagai amal usaha diantaranya adalah majelis tabligh, majelis ekonomi, majelis kesehatan, majelis dikdasmen dan majelis kesejahteraan sosial. Dari kegiatan mejelis-majelis tersebut yang banyak aktivitasnya adalah majelis dikdasmen, adapun majelis lain seperti ekonomi belum banyak memiliki aktivitas khususnya dalam membantu anggota dan masyarakat luas dalam peningkatan ekonominya. Majelis ekonomi saat ini baru memiliki Toko Pra Koperasi, BUEKA Bidang Konveksi dan BUEKA Bidang Boga. Hingga saat ini masalah yang belum terselesaikan adalah mewujudkan berdirinya ...

Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kelompok Lansia Mandiri

Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kelompok Lansia Mandiri Oleh : Dra. Dwi Susilowati, MM NIDN 0021126401 Ida Nuraini, SE, MM NIDN 0008126801 Drs. Sri Joko, MM NIDN 0731078701 Di perumahan Bumi Asri Sengkaling terdapat 2 (dua) kelompok posnyadu lansia, yaitu posyandu lansia Melati dan Anggrek. Dalam program pengabdian ini ke 2 posyandu tersebut digabung jadi satu dengan nama kelompok lansia Mandiri. Harapannya dengan penggambungan dapat meningkatkan produktivtas dan semangat para lansia untuk aktif dalam berorganisasi. Berdasarkan hasil pengabdian pada tahun 1 (pertama ) para lansia yang tinggal di perumahan Bumi Asri sengkaling menyambut positif program pengabdian ini. Hal ini dapat dilihat dari antusias mereka untuk menjadi anggota dan bersedia menjadi pengurus. Mereka juga aktif mengikuti pertemuan-pertemuan yang diadakana oleh kelompok lansia mandiri. Harapan mereka program pengabdian ini dapat berlanjut terus sehinggga berkesinambungan. Keberadaa...

USUL PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM)

USUL PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) Oleh: Dra. Dwi Susilowati, MM NIDN. 0021126401 Ida Nuraini, SE, M.Si NIDN. 0008126801 Drs. Sri Joko, MM NIDN. 0710036601 Di Indonesia jumlah penduduk lansia akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Diperkirakan penduduk usia 60 tahun keatas berjumlah 18,1 juta jiwa pada tahun 2010 akan meningkat menjadi 36 juta jiwa pada tahun 2025. Peningkatan ini terjadi seiring dengan peningkatan angka harapan hidup dari 70,6 tahun pada tahun 2010 menjadi 72 tahun pada tahun 2014. Berdasarkan data tersebut, Indonesia termasuk no 5 negara dengan jumlah Lansia terbanyak. Kelompok Lansia ini harus mendapat perhatian agar dimasa masa mendatang anggaran pemerintah untuk sektor kesehatan bisa ditekan. Berdasar hasil pengabdian tahun pertama terhadap Lansia Di Perum Bumi Asri Sengkaling Desa Mulyo Agung Kecamatan Dau Kabupaten Malang kurang lebih ada sekitar 44 orang lansia dapat digambarkan bahwa yang sebelumnya lansia tersebut...

LAPORAN PENGABDIAN PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNAL (PPMI) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

LAPORAN PENGABDIAN PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNAL (PPMI) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG OLEH : Ketua : Dwi Susilowati 196412211991012001 Anggota : Ida Nuraini 196812081993042001 Download disini

KEBIJAKAN DALAM MEMPERCEPAT PENCAPAIAN MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) KOTA MALANG

KEBIJAKAN DALAM MEMPERCEPAT PENCAPAIAN MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) KOTA MALANG Target pemerintah untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 pada kenyataannya tidak bisa tercapai. Beberapa daerah Kabupaten dan Kota di Indonesia belum dapat mencapai indikator target Pembangunan Millenium. Seperti Kota Malang target pencapaian MDGs tahun 2015 belum bisa tercapai. Masalah terbesar yang dihadapi adalah masih banyaknya jumlah penduduk miskin. Oleh sebab itu penting diketahui faktor apa saja yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kemiskinan di Kota Malang. Dengan menggunakan alat analisis regresi diperoleh hasil bahwa variabel inflasi, pertumbuhan ekonomi dan jumlah Kredit Usaha Kecil mampu mempengaruhi jumlah penduduk miskin sebesar 80,08% sedangkan sisanya sebesar 19.92% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kebijakan percepatan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) khususnya dalam mengurangi angka kemiskinan di Kota Malang ...

ANALISIS SUMBER-SUMBER PERTUMBUHAN OUTPUT REGIONAL KOTA MALANG

ANALISIS SUMBER-SUMBER PERTUMBUHAN OUTPUT REGIONAL KOTA MALANG The high performan gap of capita income between districts in East Java is showing the ability of a different region in producing income. Regional income as measured from the output of regional Domestic Product is determined by many factors. For that to know what factors are to be The main source of the formation of regional output. Location of research is the consideration that the city of Malang. Malang is a city that has a higher GDP in Malang Raya. purpose this study was to examine whether the investment, labor and government spending is the source of the formation of regional output. By means of regression analysis is known that together these three factors significantly influence the formation output. But only partially in government spending can affect the significant in the formation of regional output. So this reflects that the growth Malang output is formed at the instigation of consumption than production. ...

KUALITAS PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR

KUALITAS PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR Pertumbuhan ekonomi telah lama dijadikan sebagai indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. Namun demikian, yang sering terjadi adalah tingginya pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti dengan pemerataan pendapatan. Oleh sebab itu perlu adanya pengembangan konsep pembangunan ekonomi yang tidak hanya memakai indikator pertumbuhan ekonomi tetapi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang memasukkan dimensi pemerataan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan menganalisis daerah kabupaten/kota di Jawa Timur berdasar konsep pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yaitu yang mempertimbangkan adanya pemerataan pendapatan. Berdasar perhitungan menggunakan Indeks Williamson (IW) yang dimodifikasi dan data tahun 2012-2015, Kota Surabaya merupakan kota yang tingkat ketimpangan pendapatannya tertinggi dengan nilai IW mencapai 0,19. Sementara itu Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Pasuru...